Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tinawati Panen Jagung, Pangan Dimulai dari Rumah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | tangerangraya.co

Upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan dari lingkungan paling dekat, yakni rumah. Pemanfaatan lahan pekarangan, meski terbatas, dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk menghasilkan bahan pangan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni saat memanen jagung pulut hasil budidaya di pekarangan Gedung PKK, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (22/9/2026).

Jagung pulut tersebut dibudidayakan menggunakan polibag di lahan pekarangan Gedung PKK Provinsi Banten. Menurut Tinawati, pemanfaatan lahan terbatas untuk menanam tanaman pangan dapat diterapkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan dari rumah.

“Hari ini kita panen jagung pulut di pekarangan PKK. Kita menggunakan polibag dan ini salah satu upaya kita menjaga ketahanan pangan yang dimulai dari pekarangan atau lahan yang kecil,” ungkap Tinawati.

Ia mengatakan, penggunaan polibag untuk budidaya jagung pulut terinspirasi dari praktik serupa yang pernah dilihatnya di salah satu kelurahan di Kota Cilegon.

“Saya pernah melihat ini sebelumnya di salah satu kelurahan di Kota Cilegon yang menggunakan polibag dan ditanami jagung. Maka kita coba dan hasilnya bagus,” katanya.

Tinawati berharap pemanfaatan pekarangan tersebut dapat mendorong lebih banyak keluarga mengembangkan budidaya pangan di sekitar rumah, termasuk pada lahan yang tidak luas.

“Mudah-mudahan ini bisa menjaga ketahanan pangan mulai dari rumah,” jelasnya.

Selain pemanfaatan pekarangan, Tinawati mengaitkan budidaya pangan lokal dengan penerapan konsep B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman. Jagung, kata dia, merupakan salah satu pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber karbohidrat.

“Ini panganan lokal yang salah satu pengganti karbohidrat. Kita juga ada program B2SA, Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir menilai panen jagung pulut tersebut menunjukkan bahwa lahan pekarangan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan.

“Ini sederhana, tapi alhamdulillah hasilnya bagus. Ini upaya PKK di gedung sendiri yang bisa membuktikan kita bisa memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, kemauan menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten bersama TP PKK mendorong kader PKK dan masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah.

“Utamanya itu ada kemauan. Kita mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menambah pangan. Kalau semua rumah tangga mantap pangan, kita akan aman,” ujarnya. (hed/dam/hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *