Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Perubahan APBD Banten 2026 Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | tangerangraya.co

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk mengoptimalkan pelayanan publik dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, optimalisasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kondisi fiskal daerah. Sejumlah sektor pelayanan publik yang menjadi perhatian meliputi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pelaksanaan program prioritas yang telah tercantum dalam dokumen perencanaan daerah.

Hal itu disampaikan Wagub Dimyati dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (22/9/2026).

Dimyati menjelaskan, penyesuaian belanja daerah dilakukan dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan kemanfaatan bagi masyarakat. Seluruh kebijakan belanja juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia memastikan setiap perubahan alokasi belanja memiliki keterkaitan dengan target pembangunan, indikator kinerja program, serta prioritas pembangunan daerah.

“Penyusunan ini telah dilakukan secara komprehensif guna menampung seluruh perubahan asumsi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang terjadi akibat dinamika asumsi makro,” ujar Wagub Dimyati.

Selain menyesuaikan struktur anggaran, Perubahan APBD 2026 juga diarahkan untuk mengakomodasi tambahan belanja prioritas yang sebelumnya belum tercantum. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan waktu dan tahapan kegiatan, termasuk Program Sekolah Gratis serta peningkatan konektivitas di kawasan ekonomi produktif.

“Kami juga memastikan pelaksanaan birokrasi tematik—yang meliputi penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, pengelolaan sumber daya, hilirisasi, serta pengendalian stunting—terus berjalan secara optimal,” ungkapnya.

Melalui Perubahan APBD 2026, Pemprov Banten berupaya memperkuat keterpaduan perencanaan sekaligus mempertajam prioritas pembangunan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan capaian kinerja pemerintah dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Dimyati juga menyampaikan optimisme terhadap realisasi berbagai program pembangunan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada semester I 2026 tercatat 5,57 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam penyusunan struktur Perubahan APBD 2026.

“Tentunya seluruh program ini diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, visi dan misi kami, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya. (hed/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *