Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

19 Negara Latihan Gabungan di Banten

Bagikan: Facebook X WhatsApp

CILEGON | tangerangraya.co

Provinsi Banten menjadi tuan rumah latihan gabungan militer internasional ADMM-Plus Exercise Trident Resolve 2026 yang melibatkan 19 negara. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 25 September 2026 dengan fokus pada penguatan kerja sama penanggulangan bencana, dukungan medis militer, dan keamanan siber.

Gubernur Banten Andra Soni menyambut langsung para delegasi dari 19 negara peserta di The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon, Selasa (22/9/2026). Latihan tersebut mengusung tema Combined Field Training Exercise.

Andra Soni mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Banten sebagai tuan rumah. Menurutnya, keterlibatan jenderal dan perwira tinggi dari berbagai negara mencerminkan luasnya kerja sama strategis di kawasan Asia-Pasifik dan negara mitra.

“Kehadiran Pemprov Banten di sini adalah bentuk penyambutan sekaligus dukungan penuh. Kami mengapresiasi keterlibatan 19 negara dalam latihan gabungan ini, terutama karena fokus utamanya mencakup penanganan bencana darurat, medis militer, dan ancaman siber yang sangat relevan dengan kita,” ujar Gubernur Andra.

Latihan tersebut mengintegrasikan tiga kelompok kerja ADMM-Plus Experts’ Working Groups, yakni Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), Military Medicine (MM), dan Cyber Security (CS).

Ke-19 negara yang terlibat terdiri dari Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Tiongkok, India, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Rusia, Singapura, Thailand, Timor-Leste, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Pemilihan Banten sebagai lokasi latihan dinilai relevan dengan kondisi geografis dan potensi risiko bencana di wilayah tersebut. Banten memiliki garis pantai yang panjang, berada di kawasan Selat Sunda, memiliki kawasan industri strategis, serta menghadapi potensi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dalam latihan itu, peserta menghadapi skenario bencana majemuk berskala besar berupa gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga tsunami.

Melalui skenario tersebut, kelompok kerja HADR menguji kemampuan evakuasi dan pertolongan kemanusiaan. Sementara MM memperkuat kapasitas penanganan medis dalam situasi krisis, sedangkan CS berfokus pada antisipasi gangguan sistem informasi dan komunikasi saat terjadi bencana.

Pengalaman tsunami Selat Sunda 2018 menjadi salah satu pengingat pentingnya kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta koordinasi lintas lembaga.

Exercise Trident Resolve 2026 juga menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus meningkatkan interoperabilitas antarnegara dalam menghadapi situasi darurat.

Pemprov Banten berharap latihan gabungan tersebut tidak hanya memperkuat kerja sama dan diplomasi pertahanan, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas daerah dalam memitigasi potensi bencana di masa mendatang. (ian/dam/hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *