Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Dapatkan Berita Terbaru Setiap Hari

Dapatkan Berita Terbaru Setiap Hari

Masukkan alamat email Anda untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Tangerang Raya.

Gratis, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tekan Angka Pengangguran, Bupati Bogor Pastikan Job Fair 2026 Sediakan Ribuan Loker Lintas Sektor

Bagikan: Facebook X WhatsApp

BOGOR | tangerangraya.co

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui Job Fair Kabupaten Bogor 2026. Bursa kerja yang digelar di Vivo Mall Bogor, Kecamatan Sukaraja, pada Rabu (5/8/2026) ini menyediakan 6.056 lowongan kerja dari puluhan perusahaan dengan berbagai bidang pekerjaan.

Program yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas akses lapangan pekerjaan, menekan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan Job Fair 2026 menghadirkan kesempatan kerja yang lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebanyak 53 peserta ikut berpartisipasi, terdiri dari 46 perusahaan dari berbagai sektor industri serta 7 perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Secara keseluruhan tersedia 221 jenis jabatan dengan total 6.056 lowongan kerja yang dapat dilamar oleh para pencari kerja sesuai kompetensi masing-masing.

“Hari ini kita membuka lowongan untuk 6.056 orang dari 53 peserta, terdiri dari 46 perusahaan berbagai bidang dan tujuh perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia. Ini merupakan upaya kita mengisi kemerdekaan dengan membuka kesempatan kerja seluas-luasnya,” ujar Rudy Susmanto.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy menegaskan bahwa pelayanan ketenagakerjaan tidak boleh hanya bergantung pada penyelenggaraan bursa kerja tahunan.

Ia meminta Dinas Tenaga Kerja melakukan transformasi layanan dengan mengaktifkan kembali Career Center sebagai pusat informasi pasar kerja yang dapat diakses masyarakat setiap hari.

Menurutnya, sistem tersebut akan memudahkan pencari kerja memperoleh informasi lowongan secara berkelanjutan sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

“Jangan hanya setahun sekali. Disnaker dan OPD terkait harus bertransformasi, salah satunya dengan mengaktifkan Career Center,” tegas Rudy.

Rudy juga meminta adanya kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM).

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperbarui data kebutuhan tenaga kerja, perkembangan dunia usaha, hingga potensi lapangan kerja baru yang terus tumbuh di Kabupaten Bogor.

Dengan pemetaan yang lebih akurat, pemerintah dapat menyesuaikan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri sehingga tingkat penyerapan tenaga kerja semakin meningkat.

Selain menyediakan ribuan lowongan kerja, Job Fair Kabupaten Bogor 2026 juga menghadirkan berbagai layanan ketenagakerjaan.

Para pencari kerja dapat mengikuti walk-in interview secara langsung dengan perusahaan peserta, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan efisien.

Disnaker Kabupaten Bogor juga membuka layanan pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1) serta memberikan informasi mengenai peluang bekerja di dalam maupun luar negeri melalui perusahaan penempatan pekerja migran yang telah memiliki izin resmi.

Pemkab Bogor menilai penyelenggaraan Job Fair merupakan bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan kesempatan kerja.

Dengan semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja, daya beli masyarakat diharapkan meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah daerah berharap sistem informasi pasar kerja dapat berjalan sepanjang tahun melalui Career Center sehingga masyarakat tidak perlu menunggu pelaksanaan job fair tahunan untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan.

Melalui transformasi layanan ketenagakerjaan tersebut, Pemkab Bogor optimistis mampu menciptakan ekosistem pasar kerja yang lebih modern, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan dunia industri.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *