PANDEGLANG | TRM
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menghadiri Panen Raya Padi Organik Varietas PS-08 seluas 1.500 hektare dan Gerakan Tanam Jagung Hibrida PS-08 seluas 500 hektare di Markas Besar Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, jajaran Kementerian Pertanian, TNI-Polri, pemerintah daerah, Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, serta ratusan petani dan kelompok tani.
Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Ia mengapresiasi sinergi seluruh pihak, mulai dari Polda Banten, Korem 064/Maulana Yusuf, Kementerian Pertanian, Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, hingga para petani yang terus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,64 persen. Sementara sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 17,88 persen. Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah,” ujar Andra Soni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas berbagai kebijakan yang dinilai berpihak kepada petani, di antaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta kebijakan harga gabah yang memberikan keuntungan lebih baik bagi petani.
Menurut Andra, Pemerintah Provinsi Banten terus mempercepat perluasan areal tanam, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, memperkuat pengembangan kawasan jagung sebagai bagian dari diversifikasi pangan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Kementerian Pertanian, TNI, perguruan tinggi, perbankan, hingga sektor swasta.
Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Saat ini Provinsi Banten berhasil naik satu peringkat sebagai lumbung beras nasional, dari posisi kesembilan menjadi peringkat kedelapan di Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian karena kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi oleh hasil produksi petani lokal. Mari kita terus berkolaborasi agar Banten mampu kembali menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan sukses.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petani dan penyuluh pertanian. Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Pandeglang sekaligus menjadi sektor strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional,” kata Iing.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul, pendampingan kepada petani, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai.
Menurut Iing, Kecamatan Carita pada 2025 mampu menghasilkan produksi padi mencapai 23.298 ton. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil pertanian pada tahun-tahun mendatang.
“Berdasarkan kondisi pertanaman saat ini, pengembangan varietas PS-08 pada hamparan seluas 1.500 hektare diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 8.438 ton Gabah Kering Panen (GKP). Potensi ini menunjukkan bahwa Kecamatan Carita memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra produksi padi unggulan di Kabupaten Pandeglang,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Markas Besar Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, Suparwo Abdullah, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten, Wakil Bupati Pandeglang, dan seluruh pihak yang terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi guna mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Panen raya padi organik dan gerakan tanam jagung tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Melalui sinergi yang terus terjalin, Kabupaten Pandeglang diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penyangga utama produksi pangan di Provinsi Banten sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (Ian)