Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Hipertensi Terdeteksi saat CKG, Warga Tangerang Diimbau Lanjutkan Pengobatan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Salah satu kondisi yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan tersebut adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan warga yang mendapatkan hasil pemeriksaan mengarah pada hipertensi agar tidak berhenti pada tahap mengetahui hasil CKG. Temuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengendalian secara rutin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangerang, dr. Yumelda Ismawir, mengatakan penderita hipertensi membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali sekaligus menekan risiko komplikasi.

“Kalau sudah terdiagnosis hipertensi, masyarakat harus melakukan kontrol secara rutin ke fasilitas kesehatan. Jangan menghentikan pengobatan sendiri meskipun sudah merasa sehat atau tekanan darah sudah membaik,” ujar Yumelda.

Dalam pelaksanaan CKG, masyarakat yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh tata laksana awal dari tenaga kesehatan. Bagi warga yang mendapatkan obat hipertensi sebagai bagian dari layanan tersebut, obat awal diberikan untuk kebutuhan selama 15 hari.

Setelah masa tersebut, pasien diarahkan melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya sesuai dengan kepesertaan BPJS.

Yumelda juga mengingatkan bahwa pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada konsumsi obat. Perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Warga dengan hipertensi dianjurkan menerapkan pola makan yang lebih sehat, membatasi konsumsi garam, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

“Selain mengikuti pengobatan, masyarakat juga perlu melakukan perubahan pola hidup. Warga dengan hipertensi dianjurkan menjaga pola makan, membatasi konsumsi garam, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi,” tegasnya.

Menurut Yumelda, hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi tersebut membuat seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya, terutama ketika tubuh masih terasa sehat.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala tetap diperlukan. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi tekanan darah dapat dipantau dan penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan adanya gangguan.

Dinkes Kota Tangerang juga mengajak keluarga memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan hipertensi. Dukungan tersebut dapat membantu pasien lebih disiplin mengonsumsi obat, melakukan kontrol kesehatan, serta menjalankan pola hidup sehat.

“Dinkes Kota Tangerang juga mendorong keluarga untuk ikut mendukung warga yang menjalani pengobatan hipertensi. Dukungan keluarga dapat membantu pasien lebih konsisten mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, melakukan kontrol, serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat,” imbau Yumelda.

Melalui program CKG, Pemkot Tangerang berharap masyarakat tidak hanya menjadikan pemeriksaan gratis sebagai sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan, tetapi juga menjadikannya sebagai awal untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.

Bagi warga yang mendapatkan hasil pemeriksaan menunjukkan hipertensi, Dinkes mengimbau agar segera mengikuti arahan tenaga kesehatan, melakukan kontrol secara rutin, serta tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *