Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

DPRD Kota Tangerang Evaluasi Penginputan Pokir

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Sekretariat DPRD Kota Tangerang menggelar pelatihan penginputan pokok pikiran (pokir) dewan bagi tenaga ahli fraksi untuk meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme pengusulan aspirasi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan teknis sehingga usulan warga dapat diproses sesuai prosedur perencanaan pembangunan daerah.

Pelatihan yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) tersebut dilatarbelakangi masih adanya usulan pokir anggota dewan yang belum seluruhnya terakomodasi, bahkan sejumlah usulan belum terealisasi.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, mengatakan kondisi tersebut perlu dievaluasi, terutama terkait mekanisme penginputan dan pemahaman pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengusulan.

“Persoalan pokir ini terkadang belum terakomodasi secara sempurna. Ini tidak berarti organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjalankan menahan usulan, tetapi ada sistem yang perlu kita benahi agar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Saiful Milah, pelatihan tersebut menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai tahapan pengusulan pokir. Prosesnya dimulai dari aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota dewan melalui kegiatan reses.

Selanjutnya, aspirasi tersebut diinput oleh tenaga ahli fraksi, kemudian divalidasi oleh Sekretariat DPRD sebelum diteruskan kepada OPD terkait melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dengan pemahaman yang sama, ia berharap kesalahan teknis maupun perbedaan penafsiran dalam proses penginputan dapat diminimalkan. Koordinasi antarpihak juga dinilai penting agar aspirasi masyarakat dapat diproses sesuai tahapan dan tidak terhambat akibat ketidakpahaman terhadap mekanisme yang berlaku.

“Harapan kita, setelah diberikan pemahaman melalui pelatihan ini, tidak ada lagi kesalahan teknis, kesalahan penginputan, maupun kesalahpahaman dalam prosesnya. Kita ingin semua pihak memahami alurnya sehingga aspirasi masyarakat bisa diproses dengan lebih lancar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra, mengatakan pihaknya berkomitmen memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga ahli fraksi diperlukan untuk memperkuat kinerja kelembagaan, termasuk dalam mengelola usulan pokir yang bersumber dari aspirasi masyarakat melalui reses anggota dewan.

“Selama kegiatan tersebut mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD agar berjalan maksimal, Sekretariat DPRD siap membantu dan memfasilitasi. Kami juga akan mengolaborasikan instrumen yang ada di DPRD, mulai dari tenaga ahli, kelompok pakar, hingga panitia lokal, agar setiap unsur memiliki pemahaman dan tugas yang jelas,” ujarnya.

Teddy berharap para tenaga ahli fraksi dapat mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas secara aktif. Dengan demikian, tercipta kesamaan pemahaman dan koordinasi yang lebih baik dalam menindaklanjuti usulan masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, Sekretariat DPRD Kota Tangerang mendorong perbaikan mekanisme penginputan pokir agar lebih tertib dan terarah. Upaya ini diharapkan dapat membantu memastikan aspirasi warga diproses sesuai ketentuan dalam perencanaan pembangunan daerah. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *