Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pilar Desak WTP Serpong Lagoon Dibenahi Total

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG SELATAN | tangerangraya.co

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta pengelola instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) Perumahan Serpong Lagoon segera menyediakan pasokan air bersih alternatif bagi warga. Langkah tersebut diperlukan menyusul kasus muntaber yang diduga berkaitan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air yang didistribusikan.

Permintaan itu disampaikan Pilar saat bertemu warga dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kamis (15/10/2026). Ia meminta pengelola memenuhi kebutuhan air bersih warga sembari memperbaiki instalasi pengolahan dan jaringan distribusi.

“Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi,” ujar Pilar.

Pilar mengatakan, penyediaan air alternatif perlu diawasi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar kesehatan. Sementara itu, penggunaan air dari WTP di kawasan tersebut harus dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan air memenuhi persyaratan kualitas.

Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga akan mengevaluasi instalasi untuk memastikan apakah permasalahan bersumber dari proses pengolahan atau jaringan distribusi air.

Pengelola diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan proses klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa guna mengidentifikasi kemungkinan kebocoran.

“Jadi saya harapkan penyelesaiannya tidak bisa jangka pendek atau jangka menengah. Saya harap ini jangka panjang, ya, jangka panjang, ya. Sekali lagi saya di sini karena care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap yang pasti nomor satu kepada warga kami. Maka dari itu duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak,” kata dia.

Selain pembenahan teknis, Pilar meminta perusahaan menyelesaikan persyaratan administrasi dan terbuka kepada pemerintah daerah mengenai kendala yang dihadapi. Ia menyebut, upaya kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan/PAM sebelumnya telah dibahas, tetapi belum menemukan titik temu.

Menurut Pilar, pembenahan WTP harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga jaringan distribusi ke rumah warga. Pengelola juga diminta berkomitmen memenuhi standar kualitas air agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“WTP ini bisa dibenahi secara total. Bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangsel bersama Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan menunjukkan angka E. coli sebesar 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel rumah warga yang menggunakan filter, dan 956 pada sampel rumah warga tanpa filter.

Temuan tersebut menunjukkan adanya E. coli pada ketiga sampel yang diperiksa. Namun, sumber dan jalur kontaminasi masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan instalasi pengolahan, sumber air baku, serta jaringan perpipaan menuju rumah warga.(det/mas/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *