Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Reses Hendra Gunawan, Warga Cibodas Baru Soroti Drainase Rusak hingga Pengelolaan Fasos-Fasum

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Kualitas pembangunan drainase, kejelasan pengelolaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), hingga persoalan kebersihan lingkungan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan Reses Kesatu Masa Sidang 2026–2027 Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Hendra Gunawan.

Kegiatan reses yang berlangsung di RW 016, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Minggu (11/10/2026), menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah daerah.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah kualitas pembangunan drainase yang dinilai mudah mengalami kerusakan. Warga berharap pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka tidak hanya mengutamakan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan mutu material, kualitas pengerjaan, serta ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hendra menilai pengawasan pembangunan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga penting untuk membantu memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan di lapangan.

“Pengawasan kualitas pembangunan perlu dilakukan bersama. Masyarakat dapat berperan aktif menyampaikan temuan di lapangan agar pekerjaan yang mengalami kerusakan atau tidak sesuai harapan bisa segera dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujar Hendra.

Selain infrastruktur, persoalan pengelolaan fasos-fasum di kawasan Karawaci Residence turut menjadi perhatian warga. Mereka mempertanyakan kejelasan status fasilitas lingkungan, terutama terkait kewajiban membayar iuran untuk kebutuhan lampu penerangan jalan.

Warga berharap terdapat kejelasan mengenai status dan proses serah terima fasos-fasum kepada Pemerintah Kota Tangerang. Dengan demikian, pengelolaan fasilitas tersebut dapat berjalan lebih tertib dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Hendra menjelaskan, penyelesaian persoalan tersebut perlu diawali dengan menyiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Selanjutnya, dokumen tersebut perlu dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar proses serah terima dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dokumen yang diperlukan harus dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian kita koordinasikan dengan dinas terkait agar proses serah terima fasos-fasum bisa ditindaklanjuti. Harapannya, fasilitas yang ada dapat dikelola dengan lebih jelas sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Persoalan Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan

Dalam pertemuan tersebut, warga juga mengangkat sejumlah persoalan lain yang berkaitan dengan kenyamanan dan ketertiban lingkungan. Di antaranya, penutupan Jalan Pakubuwono, kebiasaan membuang sampah sembarangan oleh warga dari luar lingkungan, serta keberadaan anjing yang dibiarkan berkeliaran.

Berbagai persoalan tersebut dinilai membutuhkan penanganan yang melibatkan banyak pihak. Selain peran pengurus lingkungan dan masyarakat, koordinasi dengan pemerintah daerah diperlukan untuk mencari solusi yang tepat sekaligus mencegah timbulnya kesalahpahaman antarpihak.

Hendra menegaskan, komunikasi menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Menurutnya, setiap permasalahan perlu dibahas dengan mendengarkan keterangan dan kepentingan pihak-pihak yang terlibat sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara proporsional.

“Kita perlu duduk bersama dan mendengarkan persoalan dari semua pihak agar tidak terjadi miskomunikasi. Untuk persoalan kebersihan dan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang juga perlu dilibatkan sehingga penanganannya bisa lebih terarah,” tambahnya.

Ia berharap, melalui koordinasi yang baik, persoalan kebersihan dapat ditangani secara lebih efektif, sementara permasalahan ketertiban lingkungan bisa diselesaikan tanpa memperkeruh hubungan antarwarga.

Hendra menambahkan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Berbagai masukan yang disampaikan warga RW 016, Kelurahan Cibodas Baru, tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama OPD terkait, sesuai kewenangan masing-masing.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawasi pembangunan, menjaga kebersihan, serta memelihara ketertiban lingkungan. Dengan keterlibatan aktif warga dan dukungan pemerintah daerah, berbagai persoalan di lingkungan permukiman diharapkan dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *