Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Lindungi Generasi dari Ancaman Timbal Sinergi Pemkot Tangerang-UNICEF

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Paparan timbal kerap tidak terlihat, tetapi dampaknya dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak serta membahayakan kesehatan ibu hamil.

Untuk mencegah risiko tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat upaya pencegahan dan penanganan paparan timbal, khususnya bagi anak dan ibu hamil sebagai kelompok rentan. Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi dengan UNICEF Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama itu menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis data, pemeriksaan, edukasi, hingga penanganan di lapangan.

Hal itu disampaikan Sachrudin saat menghadiri kegiatan Diseminasi dan Diskusi Tindak Lanjut Hasil Implementasi Tata Laksana Pajanan Timbal pada Anak dan Ibu Hamil di Kota Tangerang, bersama perwakilan UNICEF Indonesia dan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, di Ruang Ahlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (7/10/2026).

“Terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, UNICEF Indonesia, seluruh stakeholder, dan mitra pembangunan atas kolaborasi yang telah terjalin. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan kesehatan dan lingkungan bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujar Sachrudin di hadapan para peserta yang sebagian besar merupakan tenaga medis.

Menurut Sachrudin, perlindungan terhadap anak dan ibu hamil tidak cukup dilakukan setelah masalah muncul. Upaya pencegahan perlu dimulai lebih awal dengan memastikan masyarakat memahami risiko, kelompok rentan memperoleh pemeriksaan, serta setiap temuan ditindaklanjuti secara tepat.

“Masyarakat perlu mendapatkan pemeriksaan, edukasi, penanganan, dan rujukan sesuai kebutuhan. Jika ditemukan lokasi yang terkontaminasi, pengendalian dan pemulihan lingkungan juga harus segera dilakukan,” jelasnya.

Sachrudin menegaskan, langkah tersebut penting agar penanganan tidak berhenti pada dampak yang telah terjadi. Berbagai potensi sumber paparan juga perlu dikendalikan sehingga risiko serupa tidak terus berulang.

“Jangan sampai kita hanya menangani dampaknya. Yang lebih penting adalah mencegah paparan timbal kembali terjadi. Karena ketika kita melindungi anak dan ibu hamil hari ini, sesungguhnya kita sedang melindungi kualitas generasi Kota Tangerang di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para tenaga medis dan praktisi kesehatan masyarakat yang hadir agar menjadikan pengetahuan serta data sebagai pijakan dalam menentukan langkah di lapangan.

“Pencegahan paparan timbal adalah bagian dari investasi kita untuk generasi masa depan. Pengetahuan dan data yang kita miliki harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, mulai dari pencegahan, deteksi dini, penanganan, hingga pengendalian lingkungan,” tutup Sachrudin. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *