Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Maryono Minta P2P Bergerak Lebih Masif

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengobati ketika penyakit sudah muncul. Pencegahan dan deteksi dini dinilai menjadi langkah penting agar risiko kesehatan dapat dikenali lebih cepat dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Semangat tersebut didorong Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono dalam upaya mengoptimalkan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Hal itu disampaikan saat membuka Koordinasi Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang di Hotel Howard Johnson Cikokol, Selasa (7/10/2026).

Di hadapan para camat, lurah, dan kepala Puskesmas se-Kota Tangerang, Maryono mengajak seluruh jajaran mengubah pola kerja pelayanan kesehatan. Menurutnya, layanan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ketika sakit, tetapi harus hadir lebih awal melalui pencegahan dan deteksi dini.

“Kita perlu mengubah pola, dari menunggu menjadi mencegah, dari sekadar mengobati menjadi mendeteksi sejak dini. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Maryono.

Maryono mengatakan, setiap wilayah memiliki kondisi dan tantangan kesehatan yang berbeda. Karena itu, pelaksanaan program P2P harus berangkat dari persoalan nyata di lapangan dengan menjadikan data sebagai pijakan dalam menentukan langkah.

“Data jangan hanya menjadi angka. Data harus membantu kita melihat dan mengatasi persoalan, menentukan prioritas, dan memastikan langkah yang kita lakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penguatan upaya kesehatan juga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kecamatan, kelurahan, Puskesmas, kader, sekolah, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar langkah pencegahan semakin dekat dengan kehidupan warga.

“Yang penting bukan hanya apa yang kita bicarakan hari ini, tetapi apa yang kita lakukan setelah kembali ke wilayah masing-masing. Harus ada langkah nyata dan tindak lanjut,” tegasnya.

Maryono berharap penguatan P2P mampu mendorong pelayanan kesehatan di Kota Tangerang menjadi semakin dekat dan responsif, sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.

“Mari kita bangun budaya sehat, bukan hanya mengobati saat sakit. Namun bergerak lebih awal, bekerja bersama, dan hadir untuk masyarakat,” pungkas Maryono. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *