Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Siswa SKh An-Nur Tenggelam, Tinawati Datang Melayat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menyambangi rumah duka Muhammad Arif Alfarizi (8), siswa SKh An-Nur Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026).

Arif, yang merupakan anak istimewa, meninggal setelah diduga terpeleset saat bermain di sekitar pinggiran Sungai Cisadane. Tinawati hadir untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Saya berkesempatan takziah ke rumah almarhum Arif. Saya baru tahu kabar bahwa almarhum meninggal dalam kondisi terjatuh,” ungkap Tinawati usai takziah di Jalan Harapan Gang Beringin 2, Babakan, Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kunjungannya, Tinawati menyampaikan bantuan untuk pelaksanaan tahlilan atau doa tujuh hari almarhum. Ia juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diberikan kelapangan di dalam kuburnya.

“Bagi orang tua yang memiliki anak istimewa seperti almarhum Arif, tidak ada yang tidak mungkin. Kita sebagai orang tua, tentunya kita juga orang tua istimewa. Mudah-mudahan almarhum diterima amal baiknya di sisi Allah SWT,” kata Tinawati.

Tinawati mengenang Arif sebagai sosok yang turut mewarnai suasana di SKh An-Nur Kota Tangerang melalui senyumnya. Menurutnya, senyum Arif menjadi kesan tersendiri dan disebutnya sebagai penguat bagi rekan-rekan serta warga di sekitar tempat tinggalnya.

“Itu kesan yang saya dapat setelah ngobrol dengan ibu-ibu warga di sini,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat lingkungan dan warga yang telah menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak, khususnya di wilayah Provinsi Banten.

Sementara itu, sang paman, Achmad Mulyadi (33), mengatakan Arif biasanya bermain seorang diri dan jarang keluar dari lingkungan kampung tempat tinggalnya.

“Saat kejadian (20/9), tidak seperti biasanya sudah Maghrib Arif belum pulang. Sampai keluarga bersama warga mencari ke mana-mana dan lapor Polisi,” tambahnya.

Mulyadi mengatakan, keluarga bersyukur karena pada hari berikutnya jasad Arif ditemukan dalam kondisi mengambang. Setelah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, jenazah kemudian langsung dimakamkan.

Mewakili keluarga, Mulyadi turut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni ke rumah duka.

“Keluarga sudah ikhlas dan tak bersedia untuk diautopsi,” ucapnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *