Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ruwat Bumi di Kota Tangerang, Sachrudin: Keberagaman Jadi Kekuatan Masyarakat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Di tengah perkembangan Kota Tangerang, tradisi dan kebudayaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Kekayaan budaya yang lahir dari keberagaman terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Semangat tersebut terlihat dalam Kirab Budaya Perdana Ruwat Bumi yang dilepas Wali Kota Tangerang H. Sachrudin pada Kamis malam (24/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian peresmian Vihara Tri Bakti Abadi, Bio Fu De Zheng Sen, dan Pendopo Banten.

Sachrudin mengatakan, kirab budaya bukan sekadar pertunjukan ataupun kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi, nilai, dan cerita yang membentuk identitas masyarakat.

“Kirab ini bukan hanya apa yang kita lihat malam ini. Ada tradisi dan nilai budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda agar terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke satu generasi berikutnya,” ujar Sachrudin.

Ia menilai kekayaan budaya Kota Tangerang tidak terlepas dari keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan. Berbagai agama, etnis, tradisi, dan kebudayaan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Keberagaman adalah kekayaan yang kita miliki. Selama kita saling menghormati dan memberikan ruang bagi setiap tradisi untuk tumbuh, perbedaan justru menjadi kekuatan yang mempererat masyarakat,” jelasnya.

Sachrudin juga menekankan pentingnya rumah ibadah dan ruang kebudayaan dalam menjaga kebersamaan masyarakat. Menurutnya, kedua ruang tersebut dapat menjadi tempat bertemunya masyarakat, memperkuat silaturahmi, sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Pembangunan kota harus berjalan bersama dengan pembangunan kehidupan masyarakatnya. Kota boleh semakin maju, tetapi budaya, kerukunan, dan kebersamaan juga harus tetap kuat,” katanya.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang bergotong royong mendukung pembangunan Vihara Tri Bakti Abadi, Bio Fu De Zheng Sen, dan Pendopo Banten hingga terselenggaranya Kirab Budaya Perdana Ruwat Bumi.

Sachrudin berharap kirab budaya tersebut dapat menjadi awal dari tradisi yang terus hidup dan berkembang di Kota Tangerang.

“Kirab Budaya Perdana ini semoga menjadi awal dari tradisi yang terus hidup dan berkembang. Mari kita rawat budaya, jaga kerukunan, dan perkuat kebersamaan. Karena kekayaan Kota Tangerang bukan hanya apa yang kita bangun hari ini, tetapi juga tentang warisan yang kita jaga untuk generasi mendatang,” pungkas Sachrudin.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *