Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Antisipasi Kekeringan, BPBD Kota Tangerang Siapkan 5.000 Liter Air Bersih per Hari

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mengambil langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya dengan menyiapkan distribusi bantuan air bersih hingga 5.000 liter per hari ke wilayah yang membutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pendistribusian air bersih sudah mulai dilakukan di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Pinang.

Menurutnya, distribusi bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Tidak menutup kemungkinan bantuan air bersih juga diberikan ke wilayah lain apabila terdapat laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Saat ini sudah mulai ada pendistribusian air bersih seperti di Kecamatan Pinang serta tidak menutup kemungkinan di sejumlah wilayah lain yang membutuhkan. Kapasitas yang bisa dilakukan sementara ini kurang lebih 5.000 liter per hari untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mahdiar, Selasa (22/9/2026).

Pemkot Tangerang juga terus memantau perkembangan kondisi di setiap wilayah untuk mengetahui potensi dampak kekeringan. Pemantauan dilakukan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat dua wilayah di Kota Tangerang yang masuk dalam zona merah atau kategori awas, yakni Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Benda.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat memperoleh bantuan secara cepat.

Mahdiar menuturkan, BPBD juga menyiagakan petugas untuk merespons permintaan distribusi air bersih dari masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum bantuan disalurkan ke lokasi yang membutuhkan.

“Kami terus melakukan pemantauan di setiap wilayah sekaligus menyiapkan petugas untuk stand by bila ada permintaan air bersih dari masyarakat. Prinsipnya, bantuan akan langsung didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan berdasar laporan yang diterima,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk turut berperan dalam menghadapi potensi kekeringan. Warga diminta menggunakan air bersih secara bijak dan menghindari pemborosan, terutama ketika kondisi ketersediaan air mulai terbatas.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih juga dapat menyampaikan laporan melalui sejumlah kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah, yakni layanan LAKSA, nomor darurat 112, maupun hotline BPBD Kota Tangerang.

Laporan yang disampaikan masyarakat nantinya akan diverifikasi oleh petugas untuk memastikan kebutuhan dan kondisi di lokasi sebelum bantuan air bersih didistribusikan.

“Kami berharap sekali saling bantu antarwarga yang memang masih memiliki sumber air. Tapi jika memang diperlukan bantuan air bersih bisa langsung memberikan laporan untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkas Mahdiar.

Pemkot Tangerang memastikan pemantauan kondisi wilayah dan kesiapsiagaan petugas akan terus dilakukan seiring perkembangan kondisi cuaca. Distribusi air bersih juga akan diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan berdasarkan hasil laporan dan verifikasi di lapangan.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *