Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Bahaya Asap Bakar Sampah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih menjadi perhatian, terlebih saat cuaca panas dan kering. Selain berpotensi memicu kebakaran, asap dari pembakaran sampah dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Asap pembakaran dapat mengandung sejumlah zat pencemar yang berisiko masuk ke saluran pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan.

”Salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM2.5), yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara dalam jumlah maupun durasi tertentu dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan,” papar dr. Dini, Selasa (22/9/26).

Menurutnya, pembakaran sampah secara terbuka tidak sepatutnya dianggap sebagai aktivitas sepele. Asap yang dihasilkan dapat menyebar ke lingkungan sekitar sehingga berpotensi terhirup oleh masyarakat lainnya.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah secara terbuka. Asapnya dapat mengganggu kualitas udara dan berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara,” ujar Dini.

Ia menyebutkan, kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau sensitivitas pada saluran pernapasan.

Karena itu, menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama. Masyarakat juga diimbau mengurangi berbagai aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara.

Jika menemukan adanya asap atau pembakaran sampah di lingkungan sekitar, warga disarankan menjauh dari sumber asap dan memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

”Masyarakat dianjurkan mengelola sampah dengan cara yang lebih aman, seperti melakukan pemilahan dari rumah dan memanfaatkan layanan pengelolaan sampah yang tersedia. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah,” tutupnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *