Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Dapatkan Berita Terbaru Setiap Hari

Dapatkan Berita Terbaru Setiap Hari

Masukkan alamat email Anda untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Tangerang Raya.

Gratis, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wabup Intan: Peserta KHA Harus Mampu Kembangkan Kreativitas Anak melalui Permainan Tradisional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

KABUPATEN TANGERANG | tangerangraya.co

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendorong peserta Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) untuk menjadi pelopor dalam mengembangkan kreativitas, minat, dan bakat anak melalui permainan tradisional.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat membuka kegiatan Pelatihan KHA yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang di Hotel Yasmine, Kamis (6/8/2026).

Menurut Intan, permainan tradisional memiliki nilai yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas hiburan atau olahraga. Di dalamnya terdapat berbagai pembelajaran karakter, mulai dari sportivitas, kejujuran, kerja sama, disiplin, kepemimpinan, gotong royong, toleransi, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan.

“Saya sangat berharap para peserta pelatihan KHA ini bisa jadi pelopor dalam mengimplementasikan permainan tradisional sebagai pusat kreativitas dan pengembangan bakat serta minat anak nantinya,” ujar Intan.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional dapat menjadi bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui permainan tersebut, anak-anak dapat belajar bekerja sama, menghargai orang lain, dan tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.

“Olahraga tradisional itu bukan cuma berprestasi bertanding tapi banyak filosofinya, mengajarkan karakter, bekerja tim, bukan egois maunya sendiri. Nilai-nilai inilah yang kelak akan menjadi pondasi lahirnya generasi emas Kabupaten Tangerang dan Indonesia,” katanya.

Intan juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga keberadaan permainan tradisional agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memperkenalkannya melalui lingkungan sekolah serta menghadirkan berbagai kegiatan permainan tradisional dalam beragam momentum, tidak hanya saat perayaan hari besar nasional.

Ia menyebut Kabupaten Tangerang memiliki catatan prestasi membanggakan dalam bidang olahraga tradisional. Sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), antusiasme sekolah dan pelajar terhadap olahraga tradisional terus meningkat.

“Alhamdulillah sejak jadi Ketua KORMI, sekolah-sekolah ini antusiasnya luar biasa, ternyata para pelajar Kabupaten Tangerang sudah banyak mengukir prestasi di tingkat nasional, kita itu juara enggrang sama dagongan di NTB dalam ajang FORNAS,” ungkapnya.

Wabup Intan berharap permainan tradisional tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi terus menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, mengenal budaya, serta tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkarakter.

“Mari kita jadikan permainan tradisional bukan sekadar kenangan masa lalu melainkan warisan yang terus hidup di tengah kehidupan kita. Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan ruang untuk tertawa bersama, belajar menghargai teman, mengenal budaya dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat serta berkarakter,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman menjelaskan, Konvensi Hak Anak merupakan komitmen dunia dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak agar dapat tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi secara optimal.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan generasi pelopor yang memahami hak anak, mencintai budaya bangsa melalui permainan tradisional, serta aktif menjadi agen perubahan positif di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap kepada seluruh peserta mengikuti setiap materi praktek dan simulasi dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk mengembangkan berbagai kegiatan kreatif sekolah, lingkungan tempat tinggal, forum anak Kecamatan maupun komunitas masing-masing,” ujarnya.

Pelatihan KHA tahun ini mengusung tema “Menciptakan Pelopor Permainan Tradisional dan Implementasi Pusat Kreativitas Anak” dan diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari pengurus Forum Anak Kabupaten Tangerang serta Forum Anak tingkat kecamatan.

Asep menambahkan, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mengajarkan kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta memperkuat hubungan sosial antar-anak.

Menurutnya, penguatan permainan tradisional menjadi semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak. Karena itu, keberadaan permainan tradisional harus terus dikenalkan agar tidak hilang akibat perkembangan teknologi.

“Tema ini sangat relevan dengan tantangan perkembangan zaman dan meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak. Permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang sangat tinggi, jadi jangan sampai permainan tradisional hilang,” imbuhnya.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *