Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tangerang 10K Satukan Pelari, Komunitas, dan Warga dalam Semangat Kebersamaan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Tangerang 10K tidak sekadar menjadi ajang untuk menguji kemampuan berlari. Gelaran ini juga menjadi ruang pertemuan bagi pelari dari berbagai daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat yang turut memberikan dukungan di sepanjang lintasan.

Atmosfer kebersamaan terasa sejak para peserta memasuki rute perlombaan. Selain mengejar target waktu dan menaklukkan jarak 10 kilometer, para pelari juga dapat menikmati suasana Kota Tangerang bersama peserta lainnya dan warga yang menyaksikan dari sisi lintasan.

Salah satu peserta, Michel Oktani asal Surabaya, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda saat mengikuti Tangerang 10K. Ia datang ke Kota Tangerang sebagai bagian dari Ultimate Series dan sebelumnya telah mengikuti ajang serupa di Bandung dan Surabaya.

“Ini kota ketiga. Sebelumnya di Bandung sama di Surabaya. Tiga kota, ternyata Tangerang gas terus. Keren banget,” ujar Michel.

Menurut Michel, dukungan masyarakat menjadi salah satu hal yang membuat suasana perlombaan semakin meriah. Kehadiran warga di sepanjang rute memberikan energi tambahan bagi para pelari untuk menyelesaikan lintasan.

“Jalannya steril, terus banyak banget cheering-nya. Jadi berasa happy banget larinya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai atraksi yang ditemui selama mengikuti perlombaan. Atraksi pemadam kebakaran, barongsai, serta pertunjukan seni dan budaya turut memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta.

“Mulai dari damkar, terus barongsai. Terus ada budaya dan seni tari yang benar-benar komplet banget. Jadi kita bisa tahu budaya Tangerang ada apa saja,” ungkapnya.

Michel menilai kondisi lintasan yang steril turut membuat peserta lebih nyaman selama berlari. Dengan terbebas dari lalu lintas kendaraan, pelari dapat lebih fokus menyelesaikan lomba sekaligus menikmati suasana di sepanjang rute.

“Yang kerennya adalah steril. Itu yang paling kita cari dari pelari. Kalau steril, kita benar-benar happy larinya karena kita nggak worry sama sekali,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Tangerang 10K tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang pertemuan bagi berbagai kalangan. Para pelari membawa semangat berolahraga, komunitas membangun kebersamaan, sementara warga turut memberikan dukungan dan memeriahkan suasana sepanjang perlombaan.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *