Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kekeringan dan Karhutla Mengintai, Pemkot Tangsel Perkuat Mitigasi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG SELATAN | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat langkah penanganan dan mitigasi bencana di wilayahnya hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan usai Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Jumat (11/9/2026).

Rapat tersebut membahas kondisi terkini dampak erupsi Gunung Anak Krakatau serta penanganan kekeringan di wilayah Tangerang Selatan. Dalam rapat, masing-masing perangkat daerah menyampaikan langkah penanganan yang telah dilakukan maupun rencana tindak lanjut, dengan dukungan sejumlah instansi vertikal.

Untuk menangani dampak kekeringan, Pemkot Tangsel terus menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Hingga 8 September 2026, distribusi air bersih tercatat mencapai 943.950 liter. Penyaluran tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan.

Sementara dalam penanganan dampak abu vulkanik, Pemkot Tangsel melakukan penyemprotan jalan sebagai bagian dari upaya dust suppression di sejumlah wilayah. Pembagian masker juga dilakukan melalui Dinas Kesehatan dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, posyandu, serta kegiatan Ngider Sehat.

PMI Kota Tangerang Selatan turut mendukung upaya tersebut dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat di tujuh kecamatan.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau arah sebaran abu vulkanik. Berdasarkan informasi per 10 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut telah mengalami penurunan secara drastis.

“Alhamdulillah, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah turun secara drastis. Mudah-mudahan ke depannya bisa reda,” ujar Pilar.

Pilar juga mengatakan pemerintah masih berkoordinasi dalam upaya pencarian salah satu warga Tangsel yang menjadi bagian dari tim jurnalis dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Ia mengajak masyarakat turut mendoakan agar yang bersangkutan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Selain menangani kekeringan, Pemkot Tangsel juga memperkuat langkah pencegahan potensi kebakaran lahan di kawasan Cipeucang. Sekitar 70 persen area telah dilakukan pengurukan untuk menutup timbunan sampah. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk mengantisipasi potensi longsor dan kebakaran.

Pengawasan kawasan Cipeucang juga diperketat melalui penjagaan selama 24 jam serta clear area di sekitar lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat.

“Jangan sampai ada aktivitas masyarakat di sekitar lingkungan Cipeucang, terutama pembakaran sampah,” tegas Pilar.

Pemkot Tangsel memastikan koordinasi lintas instansi dan langkah mitigasi terus dilakukan guna menjaga keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat. (det/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *