Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Doa dari Carita, Andra Soni Harap 8 Orang Selamat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | tangerangraya.co

Gubernur Banten Andra Soni menggelar doa bersama para jurnalis, Tim SAR Gabungan, dan relawan di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026) malam.

Doa bersama tersebut ditujukan untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Dalam kunjungannya, Andra Soni juga memantau perkembangan operasi pencarian dan berdialog dengan Tim SAR. Ia menerima paparan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, terkait hasil penyisiran hingga hari kedua operasi.

Gubernur Banten menyampaikan keprihatinannya dan berharap seluruh rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kita sama-sama berdoa agar kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita, bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita percayakan kepada ahlinya untuk SAR rescue. Insya Allah, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan support penuh atas apa yang bisa kami bantu,” ujar Gubernur Andra Soni.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan, operasi pencarian dilakukan dengan membagi wilayah menjadi tujuh sektor. Sebanyak sembilan alat utama (alut) sistem keselamatan dikerahkan dengan melibatkan unsur Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, dan Polairud Polda Banten.

Sejumlah kapal dan Rigid Inflatable Boat (RIB) disebar untuk melakukan penyisiran di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Pencarian difokuskan pada sektor tenggara, barat laut, barat daya, dan timur, termasuk perairan Krakatau hingga wilayah sekitar Pulau Sebesi.

“Posisi Anak Krakatau sudah kami kelilingi. Kalau ditarik dengan radius, jangkauannya kurang lebih mencapai 15 hingga 20 nautical mile (mil laut),” papar Al Amrad.

Namun, hingga Rabu malam, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan. Kondisi gelombang laut yang berubah-ubah serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi.

Meski demikian, Al Amrad menegaskan kondisi tersebut tidak menghentikan pencarian. Tim telah melakukan pemetaan posisi kapal dan sarana pencarian agar operasi dapat berlangsung secara maksimal.

“Tim juga sempat menggunakan drone (pesawat nirawak) untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi, tetapi hasilnya masih nihil,” pungkasnya. (ian/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *