Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

BPBD Kota Tangerang Perkuat Mitigasi di Tengah Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas vulkanik terhadap masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan melalui koordinasi dengan jejaring kebencanaan dan menerima pembaruan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, berdasarkan informasi terbaru yang diterima pada Kamis (10/9/2026), aktivitas vulkanik memang sempat terpantau pada pagi hari. Namun, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai abu vulkanik maupun sebarannya yang berdampak ke wilayah sekitar Krakatau.

“Kalau saya melihat dari data-data yang kita terima dan informasi ter-update, tadi pagi memang ada aktivitas di sana. Namun, tidak terpantau dampak dari aktivitas tersebut, termasuk abu vulkanik dan sebarannya,” ujar Mahdiar.

Mahdiar menjelaskan, pemantauan terhadap kemungkinan sebaran abu vulkanik tetap dilakukan meskipun kondisi terkini menunjukkan belum adanya dampak yang terdeteksi di wilayah sekitar sumber aktivitas.

Ia menegaskan, kondisi yang relatif membaik tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk menurunkan kewaspadaan. Mitigasi dan pencegahan tetap menjadi langkah utama, terutama karena aktivitas vulkanik dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu.

“Konsep kebencanaan yang pertama memang mitigasi dan pencegahan. PJJ menjadi salah satu sarana pencegahan ketika kondisi-kondisi seperti ini masih sulit ditebak,” jelasnya.

Selain memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, BPBD bersama Pemkot Tangerang juga memperhatikan kondisi lingkungan di wilayah Kota Tangerang. Pasalnya, sejumlah wilayah diketahui belum mendapatkan hujan yang dapat membantu membersihkan atau menurunkan partikel abu yang sebelumnya mungkin masih berada di lingkungan.

Kondisi udara dan lingkungan tersebut menjadi salah satu aspek yang terus dievaluasi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap menyesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta mengutamakan informasi dari sumber resmi serta mengikuti arahan pemerintah dan instansi kebencanaan.

“Dengan pemantauan yang terus dilakukan, Pemkot Tangerang memastikan langkah penanganan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi terkini. Situasi yang membaik menjadi kabar positif, namun prinsip kehati-hatian dan mitigasi tetap dikedepankan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tutup Mahdiar.

Pemkot Tangerang memastikan koordinasi dan pemantauan kebencanaan akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi. Dengan demikian, setiap perkembangan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat segera direspons sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *