Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Doa Mengiringi Pencarian Lima Jurnalis

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | tangerangraya.co

Doa bersama mengiringi pencarian lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda. Suasana haru terasa di Posko Pencarian Marina Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Para jurnalis yang berada di posko menundukkan kepala dan memanjatkan doa. Mereka berharap lima rekan yang sedang dalam pencarian dapat segera ditemukan.

Suasana semakin haru ketika keluarga ikut bergabung dalam doa. Tangis pun pecah di tengah penantian kabar dari tim SAR.

Salah satunya Desi Purnamasari, istri jurnalis Kantor Berita Antara Biro Banten, M Bagus Khoirunnas. Desi telah berada di posko sejak malam sebelumnya untuk menunggu kabar mengenai keberadaan suaminya.

Dengan suara bergetar, Desi meminta rekan-rekan jurnalis dan masyarakat terus mendoakan Bagus bersama empat rekannya.

“Mohon doanya rekan-rekan semua, doa yang terbaik buat suami saya dan rekan-rekan lainnya. Saya dari semalam menunggu di sini, menunggu kabar baik,” ujar Desi.

Desi tidak banyak berbicara. Penantian panjang membuat suasana semakin diliputi kecemasan. Bersama keluarga lainnya, ia terus menunggu informasi dari tim SAR yang melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

Solidaritas juga ditunjukkan para jurnalis dari berbagai media yang memilih bertahan di lokasi. Selain menjalankan tugas jurnalistik, mereka turut memberikan dukungan kepada keluarga serta menjaga harapan agar kelima rekannya segera ditemukan.

Jurnalis Kompas TV, Yudha, mengatakan doa bersama menjadi bentuk ikhtiar sekaligus wujud solidaritas sesama jurnalis.

“Semoga dengan doa ini teman-teman kita ditemukan, kondisinya sehat, baik-baik saja, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” kata Yudha.

Berangkat Liputan, Tak Kunjung Kembali

Lima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) untuk meliput aktivitas vulkanik. Mereka menggunakan speedboat bersama tiga awak kapal.

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat dalam perjalanan menuju kawasan GAK, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus.

Sejak saat itu, keluarga, rekan sesama jurnalis, dan tim SAR terus menunggu kepastian mengenai keberadaan mereka.

Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan yang diduga menjadi jalur perjalanan rombongan.

Sementara itu, keluarga dan rekan-rekan jurnalis menunggu di Posko Pencarian Marina Lippo Carita.

Di tengah penantian tersebut, doa menjadi ikhtiar yang terus dipanjatkan. Keluarga berharap lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan segera mendapatkan pertolongan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *