Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

PJJ di Kota Tangerang Diperpanjang hingga Jumat, Sachrudin: Lindungi Kesehatan Peserta Didik

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota Tangerang memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik hingga Jumat, 11 September 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang.

Perpanjangan PJJ tersebut menindaklanjuti arahan Pemerintah Provinsi Banten. Sebelumnya, PJJ telah diberlakukan sejak Senin, 7 September 2026, selama tiga hari sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik dari paparan abu vulkanik.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, keputusan memperpanjang PJJ bukan semata-mata berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Karena kesehatan itu segalanya buat anak-anak kita. Jadi kita bukan berpikir hanya untuk hari ini. Bagaimana proses belajar mengajar anak-anak kita terus berjalan, dengan menjaga kesehatan masing-masing,” ujar Sachrudin saat ditemui di lokasi uji emisi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Sachrudin, penerapan PJJ menjadi langkah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa mengabaikan kondisi kesehatan peserta didik di tengah paparan abu vulkanik.

“Kemarin kita sudah melakukan PJJ selama tiga hari, dan hari ini diperpanjang dua hari lagi sampai hari Jumat,” ungkapnya.

Sachrudin juga mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi seluruh masyarakat. Para pekerja, pengendara, maupun warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta turut memperhatikan kesehatan.

“Masalah kesehatan ini buat semuanya. Masyarakat tetap waspada, tidak perlu panik, tapi waspada. Menjaga kesehatan itu dari diri kita masing-masing. Kita lindungi diri kita agar tetap sehat,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, sebagai salah satu upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Saat ini diharapkan semuanya untuk menggunakan masker,” imbau Sachrudin.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *