Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Dapatkan Berita Terbaru Setiap Hari

Dapatkan Berita Terbaru Setiap Hari

Masukkan alamat email Anda untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Tangerang Raya.

Gratis, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Restoran Chef Wilgoz Jualan Makanan Nonhalal, Mengaku Diperas Oknum Warga Berkedok Demo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | Tangerangraya.co
Chef William Gozali atau yang lebih dikenal sebagai Chef Wilgoz mengaku menjadi korban dugaan pemerasan oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan warga setempat terkait operasional restoran non-halal miliknya, Naked Papa, di kawasan Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Pengakuan tersebut disampaikan Chef Wilgoz melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam video itu, ia memperlihatkan aksi demonstrasi yang dilakukan sekelompok massa di depan restoran miliknya dengan membawa spanduk, bendera Merah Putih, serta pengeras suara. Aksi tersebut juga mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Sejumlah spanduk yang dibawa massa berisi tuntutan agar restoran ditutup dengan alasan menjual makanan non-halal. Di antaranya bertuliskan “Tindak Tegas Produk Haram yang Merugikan Konsumen”, “Segera Tutup Naked Papa”, dan “Pemuda Lengkong Bersatu”.

Namun, Chef Wilgoz menegaskan persoalan yang dihadapinya bukan semata-mata aksi penolakan terhadap restoran non-halal, melainkan dugaan praktik pemerasan yang telah terjadi berulang kali sejak proses pembangunan restoran.

Menurutnya, saat restoran mulai dibangun, sejumlah oknum mendatanginya dan meminta sejumlah uang. Permintaan tersebut sempat dipenuhi, tetapi belakangan muncul kelompok lain yang kembali mengajukan permintaan serupa.

“Dude, ini sudah yang ketiga kalinya. Yang pertama waktu kita dibangun didatangi sama oknum untuk minta duit. Oke, kita ladeni. Begitu kita kasih, lanjut lagi. Kita nggak kasih, habis itu datang lagi kelompok berikutnya,” ungkap Chef Wilgoz dalam video tersebut.

Ia menilai aksi yang mengatasnamakan pemuda setempat tersebut telah mengarah pada dugaan pemerasan dengan memanfaatkan isu restoran non-halal sebagai alasan untuk menekan pelaku usaha.

Chef Wilgoz juga menyayangkan tindakan oknum yang dinilainya berupaya mengambil keuntungan pribadi di tengah kondisi industri kuliner yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

“Bisnis food and beverage lagi sulit, bukan cuma F&B tetapi hampir semua sektor usaha. Tolong jangan memanfaatkan situasi seperti ini untuk keuntungan pribadi. Di balik bisnis ini ada banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya,” ujarnya.

Kasus ini kembali menjadi sorotan karena menyangkut kepastian berusaha dan perlindungan terhadap pelaku usaha. Di sisi lain, setiap dugaan tindak pidana, termasuk dugaan pemerasan, perlu dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut melakukan aksi demonstrasi maupun dari aparat kepolisian terkait dugaan pemerasan yang disampaikan Chef Wilgoz. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *