Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkot Tangerang Perkuat Intervensi Pendidikan untuk Cegah Anak Putus Sekolah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat berbagai upaya untuk mencegah anak putus sekolah sekaligus memastikan seluruh anak tetap memiliki akses terhadap pendidikan. Intervensi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masing-masing peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan penanganan anak putus sekolah menjadi salah satu perhatian dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif di Kota Tangerang.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus memastikan anak dapat masuk sekolah, tetapi juga menyediakan alternatif pendidikan bagi mereka yang menghadapi kendala untuk melanjutkan pendidikan formal.

”Pemerintah tidak hanya berupaya membuka akses menuju sekolah, tetapi juga memastikan anak memiliki pilihan pendidikan yang sesuai apabila menghadapi kendala untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” kata Wahyudi, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang menjadi perhatian adalah mencegah anak yang telah menyelesaikan pendidikan SD tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Masa transisi tersebut dinilai menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan anak tetap berada dalam jalur pendidikan.

“Yang kedua, pencegahan lulus tidak melanjutkan, dari jenjang SD ke SMP. Hal ini menjadi kunci juga, kami akan mencoba mengintervensi dengan program yang ada,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Tangerang mengoptimalkan sejumlah program, di antaranya sekolah gratis dan Tangerang Cerdas. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi berbagai hambatan yang berpotensi membuat anak tidak melanjutkan pendidikan.

Di sisi lain, pemerintah juga menyediakan jalur pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendidikan kesetaraan melalui Paket A, Paket B dan Paket C menjadi pilihan bagi anak maupun masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan melalui jalur sekolah formal.

Wahyudi menambahkan, pendekatan kepada keluarga juga menjadi bagian dari strategi penanganan anak yang tidak melanjutkan sekolah. Pemkot Tangerang bersama perangkat kewilayahan melakukan home visit untuk mengetahui kondisi anak secara langsung dan memberikan pemahaman kepada keluarga terkait pentingnya pendidikan.

”Upaya memperluas akses pendidikan juga dilakukan melalui pendekatan langsung kepada keluarga. Pemkot Tangerang menyiapkan program home visit bersama perangkat kewilayahan untuk mengetahui kondisi anak sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan,” paparnya.

Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari ekosistem Gampang Sekolah yang dikembangkan Pemkot Tangerang untuk memperkuat akses, mutu, dan tata kelola pendidikan.

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan berbagai program intervensi berjalan sesuai sasaran. Dengan langkah tersebut, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak anak yang dapat bertahan dalam jalur pendidikan dan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhannya.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *