Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Home Visit Jadi Jurus Pemkot Kejar ATS

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota Tangerang memperkuat penanganan anak tidak sekolah (ATS) melalui pendekatan langsung kepada keluarga.

Salah satu strategi yang disiapkan yakni pelaksanaan home visit bersama perangkat kewilayahan untuk mengetahui kondisi anak sekaligus mencari solusi agar mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, home visit menjadi bagian dari strategi memperluas akses pendidikan. Melalui kunjungan langsung, pemerintah dapat berinteraksi dengan keluarga dan memahami berbagai kendala yang membuat anak belum atau tidak melanjutkan pendidikan.

“Untuk akses pendidikan, kita akan coba menjangkau ATS secara prioritas melalui program home visit dengan perangkat kewilayahan,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Menurut Wahyudi, pendekatan langsung kepada keluarga juga diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan.

Langkah tersebut dinilai penting karena salah satu persoalan yang ditemukan dalam penanganan ATS berkaitan dengan demotivasi anak dan kurangnya pemahaman lingkungan keluarga mengenai keberlanjutan pendidikan.

“Melalui home visit, perangkat kewilayahan dapat membantu mengidentifikasi kondisi setiap anak secara lebih konkret. Hasil kunjungan kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai, baik terkait akses pendidikan maupun persoalan lain yang dihadapi anak dan keluarga,” papar Wahyudi.

Pemkot Tangerang juga menyiapkan berbagai jalur pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi anak. Selain mendorong anak kembali ke sekolah, pemerintah mengoptimalkan program sekolah gratis, Tangerang Cerdas, serta pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), seperti Paket A, Paket B, dan Paket C.

Upaya tersebut tidak hanya ditujukan kepada anak yang sudah berhenti sekolah. Pemerintah juga mendorong pencegahan agar anak yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan tetap dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya.

”Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga, Pemkot Tangerang berharap setiap persoalan dapat dipahami secara lebih utuh sehingga solusi yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak,” tutupnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *